Jalan-Jalan Panjang

Dalam hidup, kamu terus melakukan berbagai hal. Beranjak dari kecil hingga mulai dewasa, kamu penasaran pada berbagai hal dan mencoba untuk mencaritahu. Perlombaan OSN di sekolah, OSIS, ekskul, major studi kuliah, kegiatan politik, kegiatan sosial, dan lainnya.

Banyak sekali orang yang bangga dengan segudang pengalaman. Dalam CV-nya, ada banyak baris dan paragraf. Dalam pertemuan-pertemuannya, diceritakanlah CV itu dalam bentuk lisan. Tiap kali memikirkannya, acapkali ada pikiran "kelak akan kuceritakan pada anakku" yang melintas di benak.

Kamu salah satunya. Yang ikut arus dan penasaran pada berbagai hal. Bukannya ingin mengatakan bahwa manusia dilarang memenuhi rasa penasaranya. Hanya, tetapi kadang-kadang apa yang dilakukan untuk memenuhi rasa penasaran tersebut tidak lagi menjadi hanya memenuhi rasa penasaran. Ada satu jalan setapak terusan yang membuatnya tidak lagi pada jalur sebenarnya.

Dalam riwayat yang begitu banyak, tidak kamu temukan kedamaian. Pilihan-pilihan yang kamu ambil di persimpangan pada akhirnya membawamu pada hari ini, pada dirimu yang sekarang ini. Riwayat-riwayat itu, yang awalnya mungkin hanya sebagai rasa pemuas, pada akhirnya ikut membentuk dirimu. Baik atau buruk? Itu pilihanmu, mau melihat dari sisi yang mana.

Pada akhirnya, setelah jalan-jalan panjang yang dulu begitu kamu inginkan, dan sekarang telah kamu lewati tanpa sadar, membawamu pada satu kesimpulan: kamu pergi dan mencari-cari tempat yang nyaman, tapi tak ada tempat yang nyaman di dunia ini, kecuali rumah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi : Cantik Itu Luka

Sesuatu di Jogja

Alangkah Lucunya (Negeri Ini)