Karya.

Well, berbicara tentang karya, apa sih yang kalian tahu mengenai 'karya'? 




Yap. Karya adalah suatu ciptaan, kreasi, buatan, atau apapun lah kalian menyebutnya. Intinya, karya adalah hasil kerja kita, hasil usaha dan keringat kita, buah dari segala proses yang sangat panjang.

Karya adalah suatu kreasi dimana dalam proses pembuatannya kita menuangkan sebagian jiwa kita ke dalamnya. Istilahnya, kita memberi karya itu sebuah nyawa, yang diambil dari nyawa kita. Tahu Horcrux dalam serial Harry Potter, kan? Yah, bisa dibilang karya memiliki nyawa sama halnya Horcrux dalam serial tersebut.

Berkarya adalah suatu hal yang sangat penting. Bagi kalian yang masih menganggap kata 'karya' dan 'berkarya' hanya merujuk pada para seniman, kalian salah besar. Sungguh, yang bisa dan berhak dikatakan berkarya bukan hanya seniman yang memproduksi patung, lukisan, musik, dan sebagainya. Everyone has their right to create something

Bayangkan, bagaimana jadinya apabila kita dimakan usia dan reot. Nama kita akan tenggelam, ditindih oleh ribuan nama baru yang terlahir. Namun dengan hadirnya sebuah karya, nama kita bisa kekal bersama waktu. Nama kita akan tetap hidup, meski raganya telah mati. Masih ada sebagian jiwa yang tersisa, yaitu dalam sebuah karya.

Coba lihat, Thomas Alfa Edison yang menciptakan lampu bohlam yang dikembangkan hingga berpuluh-puluh tahun berikutnya, W.R. Supratman yang menciptakan lagu Indonesia Raya, W.S. Rendra yang mati meninggalkan puisi-puisinya, atau Sapardi Djoko Damono yang telah tua, namun karya-karyanya seolah tak pernah menua bersamanya.

Bisakah kalian melihat, bahwa dunia ini  penuh dengan karya? Bahwa tanpa karya, dunia ini akan hampa, kosong, hambar?

Jangan pernah malu pada karya-karyamu. Pada setiap tulisan yang kautoreh di atas kertas, pada setiap nada yang kausuarakan, pada setiap puisi yang kaubacakan, pada setiap drama yang kaubawakan, pada setiap karya yang kauciptakan, jangan pernah malu untuk itu--jangan pernah malu pada karyamu sendiri. Jangan pernah malu pada sesuatu hal yang kauciptakan dengan indra, rasa, dan tenaga. 

Ini bukan tentang nilai, namun tentang karya. Apabila engkau menghargai dunia dengan uang, maka senilai uang itulah duniamu. Namun apabila engkau menghargai dunia dengan karya, maka seabadi itulah duniamu.










18 Desember 2015.




(Sedikit mengutip kata mutiara dari Ayah Pidi Baiq, dengan sedikit perubahan).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi : Cantik Itu Luka

Sesuatu di Jogja

Alangkah Lucunya (Negeri Ini)